Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945)
Modul Interaktif Sejarah Indonesia Kelas XI - Fase F (Kurikulum Merdeka)
Selesaikan modul materi, aktivitas, dan evaluasi untuk mencapai 100%.
Eksplorasi Perang Dunia II di Pasifik (Perang Asia Timur Raya) dan dorongan imperialisme Jepang terhadap Asia Tenggara.
Jepang berkembang pesat menjadi negara modern, industri, dan militer terkuat di Asia.
Jepang mengobarkan perang melawan Tiongkok dan menerapkan paham kesatuan dunia di bawah kaisar Jepang.
Jepang membumihanguskan pangkalan laut AS di Hawaii, secara resmi memulai Perang Pasifik dan melumpuhkan kekuatan sekutu.
Embargo minyak oleh AS memaksa Jepang merebut Hindia Belanda yang kaya akan logistik perang (minyak bumi Tarakan/Balikpapan & karet).
Klik titik-titik kronologi berikut untuk mempelajari peristiwa secara detail:
Klik salah satu peristiwa di atas untuk melihat detail tokoh, lokasi, dan makna historisnya.
Klik wilayah pada peta skematis di bawah untuk memahami pembagian unit administrasi militer Jepang di Indonesia:
Pilih wilayah pada struktur visual di atas.
Kebijakan: Pembubaran semua partai politik, pelarangan rapat publik, pembentukan propaganda terpusat.
Tujuan: Memutus pengaruh Barat & mengontrol penuh opini publik.
Dampak: Ruang gerak politik legal ditutup, mendorong perlawanan bawah tanah.
Kebijakan: Sita aset komoditas, wajib serah padi 60%, monopoli logistik perang.
Tujuan: Menopang kebutuhan pasokan logistik militer Jepang di garis depan.
Dampak: Kelaparan hebat, inflasi parah, kemiskinan ekstrim di pedesaan.
Kebijakan: Penutupan sekolah Belanda, penghapusan diskriminasi kelas, Bahasa Indonesia wajib.
Tujuan: Indoktrinasi budaya Jepang (Seikerei, Bahasa Jepang, Kirigaku).
Dampak: Bahasa Indonesia berkembang pesat sebagai sarana pemersatu nasional.
Kebijakan: Pembentukan Tonarigumi (RT), mobilisasi paksa tenaga Romusha.
Tujuan: Pengawasan hirarki tingkat terendah & suplai tenaga kerja kasar.
Dampak: Penderitaan fisik luar biasa, kematian massal pengerja romusha.
Pekerja paksa tanpa upah layak untuk mendirikan benteng, rel kereta, dan lapangan udara.
Rakyat terpaksa menggunakan kain karung goni dan memakan umbi-umbian liar karena beras disita militer.
Sistem RT ciptaan Jepang untuk mengawasi gerak-gerik warga dari potensi mata-mata atau pemberontak.
Tokoh: K.H. Zainal Mustafa (1944)
Penyebab: Menolak perintah Seikerei (membungkuk ke arah Tokyo menghormati Kaisar) yang dianggap syirik.
Tokoh: Petani Karangampel & Lohbener (1944)
Penyebab: Kejamnya sistem paksa penyerahan padi dan kesengsaraan hidup.
Tokoh: Shodancho Supriyadi (Februari 1945)
Penyebab: Tidak tega melihat penderitaan rakyat akibat Romusha dan diskriminasi rasial perwira Jepang.
Urutkan tahapan peristiwa sejarah di bawah ini dari yang paling awal hingga akhir!
Pilih pasangannya dengan benar:
Analisislah pertanyaan studi kasus berikut dengan cermat:
"Jepang membentuk PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) untuk memobilisasi dukungan rakyat Indonesia bagi kepentingan perang mereka. Namun, para pemimpin nasionalis memanfaatkan organisasi ini untuk kepentingan perjuangan kemerdekaan."
Jelaskan keterkaitan antara pembentukan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) oleh Jepang dengan cikal bakal pembentukan TNI pasca-kemerdekaan!
Jawablah 10 soal berikut secara rasional dan cermat. Skor akhir akan dikalkulasi otomatis (0–100).
Nilai Anda: 0 / 100
Sesuai dengan kebijakan penilaian, detail pembahasannya hanya dapat diakses melalui Dashboard Guru.
| Nama Siswa | Kelas | Progres | Nilai Evaluasi | Status | Aksi |
|---|